Bromo 1st (23-24 Desember 2011)

Desember 2011, merupakan kali pertama saya mengunjungi Bromo. Sampai saat ini tercatat dua kali kunjungan. Waktu itu sedang liburan semester 4 kalau tidak salah, diajak teman-teman kenalan saya. 

Dulu saya sering menulis diary, namun yang khusus untuk hari-hari yang bermakna saja. Mulai semester 6 sudah jarang menulis lagi bahkan tidak pernah, sehingga banyak momen istimewa yang terlewat begitu saja tanpa ada bukti tertulis. Mulai dari conference, mbambung ke luar kota bahkan negara sebelah, seminar, pelatihan, lomba/kompetisi, nasehat-nasehat dari orang yang luar biasa, sampai pada kejadian yang mungkin hanya sekali seumur hidup.

Hanya foto-foto yang mampu mengabadikan setiap momen. Dan Alhamdulillah, catatan yang dulu-dulu masih ada dan tersimpan rapi termasuk dokumentasi fotonya.

Kembali lagi ke topik liburan ke Bromo, kunjungan yang kedua adalah tahun 2012 bersama teman-teman saya satu kelas. Namun akan diceritakan pada posting yang lainnya.

Berikut merupakan ceritanya:
=============================================

Ujian Akhir Semester di lingkungan Universitas Negeri Malang(UM) telah selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu, bau liburan tercium. Kini kampus UM agak sepi dari yang biasanya, keramaian area komplek kontrakan mahasiswa juga sudah mulia mereda, kebanyakan mudik di daerah tempat tinggal masing-masing. Namun juga ada beberapa mahasiswa/mahasiswi yang masih bertahan dikampus, mungkin masih ada amanah di organisasinya atau kegiatan lain. Setelah usai UAS ini mungkin penat lelah , dan cara teman-teman untuk merefresing pikiran pun bermacam-macam. Bagi saya sendiri, pada weekend ini  saya mengunjungi salah satu icon terkenal Jawa Timur yaitu Gunung Bromo. 

Hari jumat(23/12), Seusai UAS Statistik, menunaikan ibadah sholat jumat, evaluasi kelas S1 PTE B. Baru saya pulang kekontrakan untuk persiapan berangkat ke sana. Mengingat disana kondisinya dingin, saya meyiapkan: pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal, sepatu, penutup mulut, sarung dan perlengkapan tambahan seperti: kompas dan termometer digital buatan saya sendiri. Serta membawa makanan kecil. Saya besama sahabat-sahabat Al-Haddad berangkat pukul 17.00 WIB dari Malang dengan kendaraan bermotor. Setelah menunaikan ibadah sholat maghrib di masjid SMKN 1 Singosari pada pukul 18.05 kami memacu kendaraan menuju kesana.  

Sampai disana pada pukul 23.00 WIB. Sesampai disana kami ber-sepuluh membangun sebuah tenda dan istirahat. Suhunya sangat dingin Waktu itu termometer menunjukkan suhu mencapai  10 derajat, bahkan dengan memakai jaket berlapis pun hawa dingin masih menembus tulang rusuk,di tambah lagi angin kencang dingin yang membut ingus saya hampir setengah beku.



  
Baru Jam 03.00, kami memarkirkan sepeda motor. Tarif untuk sewa parkir sendiri 5000 rupiah. Kabut mulai turun dan kami segera menaiki puncak gunung panajakan. Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat.  Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. 


Kebetulan disana saya berpapasan dengan rombongan teman-teman offering A, yang kebetulan juga berlibur ke Bromo. Saya diajak berfoto ria.


Sampai dipuncak suasana masih sepi dan baru sekitar pukul 04.00 WIB pengunjung sudah mulai ramai, ada juga yang pengunjungnya dari turis mancanegara. Setelah sabar menunggu, akhirnya sekitar pukul 04.45 sang mentari perlahan-lahan terbit. Hingga akhirnya mentari bersinar terang benderang. Sungguh pemandangan yang menakjubkan. Kami mengabadikan momen ini dengan ber foto-foto ria. bagi saya ini adalah yang pertama kalinya berwisata di gunung bromo. Pemandangan gunung batok, gunung bromo dan puncak gunung semeru terlihat sangat indah. Saya merasa berada diatas awan ketika melihat kabut di bawah menari-nari diatas Gunung Bromo. 





Selepas menanti sunrise di Penanjakan, kami  lanjutkan perjalanan menuruni penanjakan dan menuju ke kaki gunung Bromo. Selanjutnya kami melewati medan sulit turun naik gunung dan melewati hamparan lautan tan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Suhu panas dapat membuat pemandangan sekitar kabur, hal ini karena pengaruh fatamorgana. Serasa seperti di film the lord of the rings.


Disana ada juga Pura tempat orang Tengger yang beragama Hindu melakukan upacara keagamaan Kuda-kuda yang parkir menunggu pengunjung menyewa juga menambah keindahan pemandangan. Di sisi sebelah Gunung Bromo juga bisa dilihat Gunung Batok yang terlihat seperti bentuk kue berlapis raksasa karena bentuk gunungnya seperti berlapis-lapis. 


Kami memarkirkan kendaraan dengan ongkos 3000 rupiah. Lalu kami memilih menuju puncak bromo dengan cara jalan kaki. Tetapi apabila fisik merasa tidak kuat bisa juga dengan menaiki kuda dengan ongkos yang lumayan. Sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan  membuat perjalanan kami semakin berat, sesekali kami istirahat. Dan saatnya untuk menaiki anak tangga yang jumlahnya 250-300 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Akhirnya kami mencapai puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut. Disana saya melihat pesona kawah bromo yang membuaat saya jantungan. Lubang besar yang curam kebawah.


Saya juga melayangkan pandangan kebawah, terlihatlah lautan pasir gersang yang membentang jauh dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat saya nikmati. Inilah keesaan Tuhan Yang Maha Esa.


Sesampai dibawah, kami mengabadikan foto kembali,


Kami segera bergegas pulang dan lewat jalur tumpang pukul 11.00 WIB (24/11), kami melewati gunung semeru. Medan yang kami tanjaki 50 kali lebih menantang. Jalan beraspal batu terjal dan naik turun secara curam menambah tantangan tersendiri. 

=========================

Diupdate pada 4 September 2015
Diperbaharui 16 September 2015




0 komentar:

Posting Komentar